Status Tingkatan Peringatan Dini Gunungapi

Menghuni Indonesia sebagai negeri yang indah sekaligus rawan bencana, kita dituntut untuk mengidentifikasi potensi bahaya, risiko, kapasitas, maupun kerentanan. Di sisi lain, peringatan dini akan sangat membantu dalam kesiapsiagaan serta mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi. Pada konteks ini, saya teringat dengan paparan Daniel Dakhidae mengenai peringatan dini di Indonesia, khususnya gunungapi.

Kita mengenal tingkatan status terkait dengan aktivitas gunungapi, seperti level I atau ‘normal,’ level II atau ‘waspada,’ level III atau ‘siaga’ dan level IV atau ‘awas.’ Menarik dicermati bahwa urutan berdasarkan numerik pada tingkatan (level) berbeda dengan peringatan dini bahaya banjir. Pada konteks banjir kita mengenal status siaga IV, siaga III, siaga II, dan siaga I, dimana siaga IV merujuk pada situasi gawat. Mungkin konteks krisis pada siaga I banjir sama dengan level IV gunungapi. Status tersebut mudah dibedakan mengingat pada konteks banjir status tinggi muka air selalu diikuti dengan kata ‘siaga.’ Terkadang status peringatan dini pada konteks banjir dan gunungapi terbolak balik.

volcanoKembali pada konteks status gunungapi, Daniel Dakhidae mengusulkan untuk mengubah istilah peringatan dini gunungapi. Hingga kini, Indonesia masih menggunakan istilah dengan menggunakan bahasa ‘normal, waspada, siaga, awas’ sebagai peringatan dini. Melihat ketiga kata tadi, ‘waspada, siaga, awas’ merupakan kata sinonim atau memiliki arti sama. Daniel menjelaskan bahwa ketiga kata itu bukan merujuk pada gradasi, tingkat demi tingkat suatu bahaya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi ‘awas’ memiliki pengertian ‘waspada’, sedangkan ‘siaga’ juga berarti ‘awas’. Penggunaan kata tersebut akan membingungkan masyarakat dalam memahami status atau kondisi gunungapi yang dapat membahayakan masyarakat setempat atau pun siapa pun yang berkunjung pada suatu gunungapi dengan status yang ditetapkan. Jika menggunakan numerik Romawi, seperti status level I, II, III, dan IV, masyarakat harus memahami dulu status tersebut.

Volcanic-alert_icons
Picture: Wikipedia

Usulan yang ditawarkan dan memang digunakan di banyak negara adalah penggunaan warna. Warna lebih universal, seperti kita memahami dengan baik rambu lalu lintas dengan warna hijau, kuning, dan merah. Setiap orang dari mana pun karena di seluruh dunia mengadopsi sistem rambu lalu lintas jalan merah, kuning dan hijau.Warna lebih mampu mendefinisikan status suatu gunungapi sebagai sistem alarm. Merah untuk menjelaskan status ‘awas’ atau ‘warning’, yang digunakan saat ini. Kemudian warna kuning untuk ‘siaga’ atau ‘watch’ dan hijau untuk ‘waspada’ atau ‘advisory.’

Advertisements

One thought on “Status Tingkatan Peringatan Dini Gunungapi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s