T – H – I – N – K

Taiwan atau yang dikenal juga sebagai Formosa merupakan negara dengan keindahan alam. Sama seperti Indonesia, Taiwan juga menyimpan potensi bahaya yang dapat

berujung bencana. Berbagai jenis bencana kerap melanda Taiwan, seperti gempabumi, taifun, longsor, banjir, dan longsoran bebatuan atau debris flow.

Latar belakang ini mendorong Taiwan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pelindungan masyarakat dalam konteks penanggulangan bencana. Strategi tersebut diimplementasikan pada penyusunan kebijakan, program kelembagaan, investasi sains dan teknologi, serta pembangunan komunitas yang tangguh.

Salah satu pemikiran kolega dari Taiwan dalam penanggulangan bencana di negaranya, Hsiao Yuan mengemukakan mengenai perspektif T – H – I – N – K. Akronim THINK merupakan kepanjangan dari think, human management, investigation, notice dan knowledge.

Think mengacu pada kajian, pengembangan, dan praktek. End to end dari setiap kajian adalah manfaat bagi masyarakat supaya terhindar dari bencana. Taiwan telah mengembangkan program yang melibatkan sains dan teknologi, khususnya untuk mitigasi bencana, sejak 1998. Prinsip pengembangan tadi berprinsip pada mitigasi yang menjadi landasan terhadap perlindungan masyarakat.

Human management menekankan pada bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merespon peringatan dini. Kesadaran masyarakat ini berawal dari pengetahuan dan pengalaman yang dapat diakses atau diberikan kepada masyarakat.

Investigation adalah aktivitas untuk menggali lebih detail lokasi potensi untuk penanggulangan bencana. Yuan memberikan gambaran bahwa tim yang dipimpinnya memakan waktu lebih 10 tahun untuk memetakan debris flow di Taiwan. Ancaman begitu besar karena 70% wilayah Taiwan merupakan dataran tinggi yang terbagi atas tebing-tebing dengan kemiringan tajam serta pegunungan. Topografi dengan kemiringan tajam membuat longsoran bebatuan berakibat pada kerusakan yang sangat parah.

Notice merupakan kecepatan dan ketepatan dalam memberikan peringatan dini. Salah satu pendekatan untuk peringatan dini kepada masyarakat melalui website pemerintah, short message service (SMS), media konvensional dan media sosial. Media sosial, seperti facebook dan tweeter, sangat populer di antara masyarakat Taiwan sehingga media ini sangat signifikan dalam menginformasikan peringatan dini terhadap ancaman bencana.

Sementara itu, knowledge merupakan sumber data dan informasi serta sistem pengambilan keputusan oleh para ahli. Melalui program Sains dan Teknologi Nasional, Taiwan menekan mitigasi dalam penanggulangan bencana. Prinsip pemikiran terhadap kebencanaan yang disepakati bersama bahwa mitigasi menjadi landasan penting terhadap perlindungan masyarakat Taiwan. Program ini sangat berhasil dalam membangun data terintegrasi dari berbagai kementerian dan badan terkait kebencanaan. Data-data tersebut sangat mendukung dalam langkah-langkah mitigasi dalam perlindungan terhadap bencana. Data-data terintegrasi bersumber dari analisis tingkat risiko, peringatan dini, prakiraan, sistem pencegahan dan respon darurat.

taiwan 1
Photo: NCDR

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s