ICS – Proses Perencanaan Terintegrasi

Pada setiap insiden tentu otoritas setempat akan melakukan respon awal berdasarkan prosedur yang telah disusun. Kemudian Incident Command System (ICS) dapat digunakan ketika pejabat berwenang telah memberikan delegasi otoritas kepada organisasi ICS yang dipimpin oleh seorang atau lebih incident commander (IC). Apabila organisasi dipimpin oleh lebih dari satu IC, seorang IC akan ditunjuk berdasarkan kesepakatan pejabat berwenang sebagai juru bicara.

Setelah terbentuk organisasi ICS, seorang IC akan menyempurnakan organisasi dengan dukungan personel dalam penanganan insiden. IC tersebut akan melakukan penanganan insiden berdasarkan prioritas yang telah ditetapkan oleh pejabat berwenang. Pengaktivan unit-unit pada organisasi ICS sangat bergantung pada insiden, seperti luas, dampak, dan kompleksitas insiden. Unit-unit yang dapat diaktifkan seperti command dan general staff (Safety Officer, Public Information Officer, Liaison Officer, Planning Section, Operation Section, Logistic Section dan Finance/Administration Section). Ketika organisasi tadi telah dibentuk, IC segera menyusun perencanaan untuk penanganan insiden.

planning 3
Foto: inciweb.nwcg.gov

Perencanaan atau planning merupakan rantai proses yang sangat penting dalam ICS. Planning mewujudkan suatu operasi penanganan insiden yang sudah terukur, terpadu, dan terkoordinasi sehingga insiden dapat ditangani secara efektif. Efektif berarti penanganan insiden dapat diselesaikan dengan pemanfaatan sumber daya (personel dan peralatan) berdasarkan fungsi dan waktu yang terukur.

Dalam ICS, planning mencakup beberapa elemen yang disingkat dengan P – O – S – T. P – O – S – T singkatan dari priority (prioritas), objective (tujuan), strategy (strategi) dan tactic (taktik). Prioritas merupakan pilihan-pilihan utama yang ingin diperoleh dalam penanganan insiden, misalnya terkait dengan manusia, sumber listrik, atau akses jalan. Tujuan merupakan apa yang ingin dicapai berdasarkan prioritas yang telah ditetapkan, misalnya memberikan keselamatan dan keamanan personel maupun warga yang terdampak, serta melakukan pencarian dan penyelamatan korban tewas, luka maupun hilang. Penentuan tujuan dapat mengacu pada parameter S – M – A – R – T atau specific, measurable, action oriented, realistic dan timely. Strategi merupakan rencana atau arahan yang dimaksudkan untuk menyelesaikan tujuan. Taktik merupakan pengiriman dan pengarahan sumber daya pada suatu insiden dalam rangka untuk menyelesaikan tujuan berdasarkan strategi yang telah disusun. Misalnya, pada kebakaran hutan dengan luasan 10 x 10 m² petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan sejumlah 1 tim berjumlah 10 orang dengan peralatan jenis ringan. Di dalam planning selalu ada rencana kontijensi dimana situasi insiden yang sangat dinamis.

Sementara itu, penetapan beberapa elemen P – O – S – T tersebut akan mempermudah dalam perencanaan penanganan insiden. Pada sebuah perencanaan ini, semua unit berkontribusi untuk proses perencanaan terintegrasi dimana perencanaan dapat berulang apabila insiden masih berlangsung. Perencanaan akan disusun kembali setelah periode operasi yang telah ditentukan, biasanya 24 jam. ICS memiliki siklus perencanaan dalam periode operasi penanganan insiden yang dikenal sebagai planning P.

planning pBagian-bagian dari planning P ini tidak terlepas dari bentuk perencanaan yang melibatkan unit-unit pada organisasi ICS, seperti command and general staff meeting, tactics meeting, planning meeting. Bagian yang sangat utama dalam siklus ini adalah dokumen Incident Action Plan sebagai dasar pelaksanaan operasi penanganan insiden di tempat kejadian (on-scene). IAP ini diinformasikan dalam tahapan operations briefing kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan insiden.

Pada ICS, ungkapan yang selalu ditekankan adalah Planning P is my friend dan Time is our enemy. Perencanaan yang mengacu pada planning P adalah tahapan perencanaan yang sudah teruji mampu mengefektifkan operasi penanganan insiden, sedangkan waktu adalah berharga sehingga setiap pertemuan, briefing atau aktivitas apa pun dalam ICS sangat memperhitungkan waktu.

ICS merupakan konsep manajemen untuk segala jenis insiden yang terstandar dan dilakukan di lokasi kejadian. ICS juga memberi ruang bagi berbagai pihak untuk membangun proses perencanaan dan manajemen sumber daya secara terpadu. Dilatarbelakangi insiden kebakaran hutan yang meluas di perkotaan di California, United States Forest Service mengembangkan ICS ini sejak tahun 1970an hingga saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s