LEWS, Harapan Warga Saat Longsor Mengancam

LEWS atau landslide early warning system merupakan sistem peringatan dini longsor yang dikembangkan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada. Konsep sistem ini mengacu peningkatan kesiapsiagaan warga dengan menerapkan sistem peringatan dini sederhana dengan biaya rendah.

Empat unsur yang diperhitungkan dalam sistem peringatan dini longsor tadi mencakup pengetahuan tentang risiko, pemantauan dan layanan peringatan, penyebarluasan dan komunikasi dan kemampuan respon. Dengan kata lain bahwa perangkat itu end to end-nya adalah warga yang dapat terselamatkan dari ancaman bahaya. Hal tersebut bermakna bahwa warga dapat memahami cara kerja perangkat dan merespon peringatan dini dan kemudian melakukan evakuasi mandiri untuk menghindar longsor.

Perangkat ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan perangkat lain sebagai peringatan dini longsor. Perangkat yang dikembangkan oleh anak bangsa Indonesia merupakan sebuah sistem yang terdiri atas tujub sub sistem. Ketujuh sub sistem tersebut adalah

  1. Penilaian risiko
  2. Sosialisasi
  3. Pembentukan tim siaga bencana
  4. Pembuatan panduan operasional evakuasi
  5. Penyusunan prosedur tetap
  6. Pemantauan peringatan dini dan geladi evakuasi
  7. Pembangunan komitmen otoritas lokal dan masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan keseluruhan sistem

Melalui ketujuh sub sistem tersebut, warga masyarakat menjadi bagian yang terintegrasi dalam sistem. Ini menyebabkan peringatan dini menjadi sangat sesuai dengan konteks sosio-kultural. Belajar dari pengalaman sebelumnya, bantuan alat peringatan dini warga di beberapa tempat menjadi terlantar, rusak, bahkan dimanfaatkan warga untuk hal lain.

lews 2
Foto: UGM

Pemahaman oleh warga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan fungsi perangkat peringatan dini dalam suatu sistem. Pemahaman tersebut tidak hanya cara kerja perangkat, tetapi juga identifikasi potensi bahaya di sekitar mereka, tindakan apa yang harus dilakukan saat evakuasi, arah evakuasi, hingga pemeliharaan perangkat. Sebagai tim siaga bencana tentu mereka akan memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia serta kelompok berkebutuhan khusus di wilayahnya. Ini sangat bermanfaat ketika mereka membantu kelompok tersebut evakuasi.

Tim siaga bencana ini memiliki struktur minimum ketua, wakil ketua, seksi data dan informasi, seksi mobilisasi pengungsi, seksi P3K, seksi logistik dan seksi keamanan. Mungkin bagus juga apabila tim siaga bencana ini nantinya mengadopis incident command system.

lew 3
Foto: UGM

Sementara itu, penilaian risiko memanfaatkan survei teknis (geomorfologi, geologi, dan geoteknik) kelembagaan dan sosial-budaya-ekonomi masyarakat terpapar. Menurut tim UGM, survei teknis dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi terutama untuk menentukan zona rentan bergerak dan zona stabil serta arah dari pergerakan tanah. Di samping itu, survei dimaksudkan untuk mengetahui tanda-tanda gerakan tanah seperti retakan/amblas, muncul mata air, retaknya bangunan struktur dan miringnya pohon yang akan membantu dalam penempatan alat deteksi dini gerakan tanah.

Perangkat yang menjadi bagian dari sistem terdiri dari (1) alat penakar hujan (rain gauge),  dan (2) alat pengukur deformasi permukaan tanah, seperti ekstensometer dan tiltmeter. Selain itu, untuk ketelitian pengukuran, alat tambahan digunakan seperti alat pengukur deformasi bawah permukaan tanah, alat pengukur fluktuasi muka air tanah, alat pengukur tekanan air pori, alat pengukur kadar air tanah dan patok survei.

lews 1
Foto: UGM

LEWS ini telah mendapatkan pengakuan internasional melalui ISO dengan kategori security and resilience. Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan UGM telah menempatkan sistem ini di 25 provinsi di Indonesia, bahkan di Cina dan Myanmar. Namun demikian tantangan masih sangat tinggi karena luas wilayah rawan tanah longsor tersebar di Indonesia mencapai 57,4 juta hektar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s