Experiences

Berpikir Positif

Pagi ini saya melihat dua posting dari teman di facebook. Pesan dalam posting tersebut membuat saya mereflkesikan diri seketika. Di dalam hati, saya senang mendapatkan posting itu. Saya berterima kasih untuk diingatkan terhadap pesan bahwa kita harus selalu berpikir atau memberikan energi positif terhadap berbagai hal. Posting pertama berupa pesan dari kutipan Anne Frank, “In spite of everything, I am still believe people are really good at heart.” Lalu sebuah video yang sudah ditonton lebih dari 3,6 juta orang. Video yang membuat saya meneteskan air mata ini dapat dilihat pada tautan berikut https://youtu.be/uQxgD0TpiQI

Saya menghubungkan pesan posting tersebut pada referensi diri yang saya miliki, yaitu berpikir positif. Berpikir positif dapat bermakna tindakan untuk selalu melihat atau memfokuskan pada sisi-sisi baik terhadap banyak hal dari orang atau situasi di sekitar kita. Saya setuju pendapat dari sebuah artikel yang menuliskan “positive thoughts can actually create real value in your life and help you build skills that last much longer than a smile.”

Berpikir positif atau berbagai energi positif memang mudah diucapkan tetapi tidak mudah untuk dilakukan. Namun saya sangat yakin bahwa kita semua bisa melakukan hal tersebut. Di sisi lain, berpikir positif memberikan energi positif juga bagi orang-orang di sekeliling kita dan berujung pada kesejukan hati. Saya pernah mendengar kisah kekuatan berpikir positif, mungkin lebih pas memberikan energi positif, yang dituturkan oleh seorang teman. Dia menceritakan bagaimana penganut brahma kumaris dapat memberikan energi positif bagi dua orang yang siap baku hantam di jalanan India. Seketika itu juga, kedua orang itu menurunkan emosi kemarahan dan akhirnya berdamai.

Kisah lain, saya mengalami ketika pertama kali ditugaskan di camp pengungsian pascakonflik Timor Timur. Kala itu, saya berpikir akan menghadapi situasi yang sulit. Saya mengetahui puluhan atau mungkin ratusan milisi dengan latar belakang pertempuran tinggal di dalam camp yang tersebar di wilayah Timor Barat. Belum lagi, saya juga mendengar cerita ketika mereka pertama kali mengungsi menuju ke wilayah itu. Banyak sekali ternak warga lokal diambil begitu saya tanpa ada perlawanan. Beragam cerita seram terdengar, seperti ancaman terhadap pekerja kemanusiaan yang saat itu mengurusi anak-anak terpisah atau separated children.

Apa pun bisa terjadi terhadap saya yang baru pertama muncul di tengah-tengah mereka yang berada di camp. Bermodal niat baik dan pikiran positif, energi positif itu hadir di hadapan kita. Mereka pun menerima kedatangan saya dengan sangat baik. Keresahan itu hilang ketika saya mencoba untuk berpikir positif terhadap mereka yang berada di camp.

Terkadang menuju untuk berpikir positif sangat sulit karena berbagai hal. Kedewasaan kita untuk mengontrol emosi, kondisi lingkungan maupun diri kita sangat berpengaruh untuk selalu berpikir positif. Namun banyak cara untuk melatih diri untuk selalu berpikir positif. Salah satunya merefleksikan diri kita sendiri, kelemahan dan kekuatan diri, serta berdoa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s