Aman Berwisata ke Bali, Pastikan Posisi Kita

Belum lama ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung dari level IV menjadi level III. Level IV menunjukkan status tertinggi aktivitas vulkanik sebuah gunung api sehingga semua pihak dan masyarakat siap siaga menghadapi potensi bahaya erupsi. Dalam konteks kesiapsiagaan, status gunung api akan berpengaruh pada zonasi wilayah rawan bahanya atau kawasan rawan bencana (KRB).

agung3
Foto: PVMBG

Status Gunung Agung yang terletak di Pulau Bali, Indonesia, telah turun menjadi level III sejak 29 Oktober 2017, pukul 16.00 waktu setempat.  Dengan status level III, PVMG mengeluarkan rekomendasi wilayah yang harus diperhatikan oleh warga masyarakat dan pengunjung. PVMBG merekomendasikan zona berbahaya pada seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah puncak Gunung Agung dan area sektoral ke arah utara – timur laut dan tenggara – selatan – barat daya sejauh 7,5 km. Zona ini harus terbebas dari aktivitas apa pun warga atau pengunjung.

Namun bagaimana kita sebagai pengunjung yang tidak mengetahui secara persis zona bahaya tersebut? Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan aplikasi Google Maps dan memberikan link untuk para pengguna aplikasi tersebut. Kita dapat mengetahui posisi kita apakah aman atau di zona bahaya. Untuk mengetahui posisi Anda, pastikan smartphone ada memiliki aplikasi Google Maps dan fasilitas GPS. Klik tautan di bawah ini:

https://goo.gl/maps/nSmcyBnVGns

2b0d5c52-ac94-4264-ab8a-a6fb47bb717aAnda akan melihat notifikasi Cek Posisi Anda! (Check Your Position) saat berada di aplikasi Google Maps. Silakan menuju menu, dan pada pilihan Cek Posisi Anda! klik ikon informasi “i.” Anda akan melihat legeda terkait informasi berdasarkan permintaan yang terlebih dahulu dipilih, seperti zona KRB, radius bahaya, lokasi penting, pos pengamatan Gunung Agung dan zona siaga. Jadi, Anda yang suka berwisata alam di daerah gunung dapat memastikan keamanan diri. Yang paling utama perhatikan rekomendasi yang dikeluarkan oleh institusi pemerintah seperti PVMBG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun rambu peringatan yang terpasang.

Informasi seputar aktivitas vulkanik gunung api juga dapat diperoleh dengan mengunduh aplikasi di Google Store. Anda dapat mengunduh aplikasi MAGMA Indonesia dari PVMBG. Anda dapat memperoleh informasi terkait gunung api seperti cuaca, visual, kegempaan, tingkat aktivitas dan rekomendasi.

ee9bf3d1-c078-4a98-be60-14634c1630c5

Terkait dengan sejarah letusan gunung dengan ketinggian 3,142 m ini, berdasarkan data PVMBG, gunung ini pernah meletus 4 kali sejak tahun 1800. Letusan tersebut terjadi pada tahun 1808, 1821, 1843 dan 1963. Letusan terakhir mengakibatkan 1.148 orang meninggal dunia. Kita dapat membayangkan magnitude letusan yang berdampak luas. Belum lagi dengan fenomena alam yang berlangsung ketika status cepat berubah, naik dari level I menjadi level IV. Awan panas menjadi ancaman paling mematikan karena pada letusan terakhir tercatat hingga mencapai pantai di Tulamben, Karangasem.

 

 

agung
Foto: PVMBG
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s