Experiences

Belajar Penanggulangan Bencana Amerika Serikat

Mirip dengan karakteristik wilayah nusantara kita, Amerika Serikat juga memiliki fenomena alam yang dapat berujung bencana. Bencana yang sewaktu-waktu melanda negara dengan populasi terbesar ketiga dunia ini mencakup banjir, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan, gempa bumi dan tsunami hingga badai. Kita tentu ingat bencana hebat yang melanda Amerika Serikat di abad 20 ini, yaitu Badai Katrina yang menewaskan lebih dari 1.000 jiwa, serta badai yang terjadi beberapa waktu lalu, Badai Harvey di wilayah selatan Amerika Serikat. Wilayah selatan Amerika Serikat memang langganan badai dahsyat karena berada pada jalur badai yang bermula di lautan Pasifik.

 

FEMA worker shows flyer to Hurricane Irma survivor at Lake County, Florida Disaster Recovery Center

Foto: FEMA

Dalam membangun sistem penanggulangan bencana, Amerika Serikat dengan 50 negara bagian atau state ini memiliki sejarah yang panjang. Sejarah itu diawali pada 1803 ketika suatu kebijakan dikeluarkan oleh Kongres Amerika Serikat untuk memberikan dukungan dana kepada kota New Hampshire, yang saat itu dilanda kebakaran hebat. Sejarah perkembangan selanjutnya tidak terlepas dari insiden yang lebih besar. Insiden yang menjadi perhatian utama pemerintah federal kala itu ketika penanganan banjir di beberapa wilayah. Seiring berjalan waktu, kompleksitas insiden, seperti badai dan gempa bumi, mendorong pemerintah federal mulai membenahi penanggulangan bencana.

Beberapa langkah pembentukan badan mewarnai perkembangan penanggulangan bencana. Seperti pada tahun 1930-an, pemerintah nasional atau federal membentuk reconstruction finance corporation yang memiliki otoritas pemberian pinjaman pascabencana karena gempa bumi dan jenis bencana lain. Kemudian pada 1960-an dan awal 1970-an ketika beberapa bencana besar terjadi, pemerintah federal mengerahkan sumber daya besar untuk melakukan tanggap darurat dan pemulihan, yang dilakukan oleh Federal Disaster Assistance Administration. Lembaga ini berada di bawah Departemen Perumahan dan Pembangunan Wilayah Urban (HUD). Banjir, salah satu bencana besar yang terjadi pada periode tahun tersebut, mendorong terbitnya beberapa regulasi seperti National Flood Insurance Act, Flood Disaster Protection Act, serta Disaster Relief Act. Sepanjang periode ini, lebih dari 100 institusi federal terlibat dalam penanggulangan bencana di Amerika Serikat.

IMG_4071Ketika bencana terjadi, institusi-institusi tersebut terkadang memiliki program yang sama dan beragam kebijakan, baik di tingkat negara bagian dan lokal. Kondisi itu menuntut sebuah solusi bagaimana menyederhanakan kompleksitas birokrasi sehingga memaksimalkan upaya penanggulangan bencana di bawah pemerintah federal. Pada akhirnya the National Governor’s Assosiation meminta Presiden Jimmy Carter, Presiden Amerika Serikat ke-39, untuk mengajukan kepada kongres sebuah rencana reorganisasi dalam penanggulangan bencana. Reorganisasi tersebut bertujuan untuk memusatkan fungsi penanggulangan bencana federal. Faktor penting dalam reorganisasi tersebut menekankan pada upaya kesiapsiagaan, mitigasi, dan tanggap darurat yang berada di bawah satu institusi. Lahirlah sebuah institusi yang bernama Federal Emergency Management Agency atau FEMA, yang terbentuk sejak 1979.

Selama 38 tahun berdiri, misi FEMA adalah memimpin warga Amerika untuk menyiapkan langkah-langkah penanggulangan bencana, yaitu pencegahan, tanggap darurat, dan pemulihan. FEMA yang berada di bawah Departemen Kemananan Nasional bermandat untuk mengkoordinasikan peran dari setiap institusi federal dalam upaya pencegahan, mitigasi, penanganan darurat dan pemulihan dari setiap jenis bencana, baik bencana alam maupun non-alam, termasuk teror.

Penanggulangan Bencana Amerika Serikat

Hurricane Irma Survivors Register at FEMA Event in Fort Myers, Florida

Foto: FEMA

Melihat sistem penanggulangan bencana di Amerika Serikat tidak terlepas dari sistem pemerintahan negara ini. FEMA sebagai institusi penanggulangan bencana di tingkat federal memiliki kewenangan lebih tinggi dibandingkan institusi lain di tingkat negara bagian maupun lokal. Dalam konteks negara dengan sistem pemerintahan federal Amerika Serikat, empat hal kepentingan yang menjadi tanggung jawab di tingkat federal, yaitu pertahanan (defence), keuangan (monetary), hubungan luar negeri (foreign affairs) dan perniagaan antar negara bagian (interstate commerce). Keempat kepentingan itu yang mengikat setiap negara bagian dalam hal regulasi dan penanggulangan bencana menjadi salah satu faktor yang terkait dengan kepentingan pertahanan tersebut.

Penanggulangan bencana merupakan suatu kepentingan di luar dari keempat kepentingan tadi. Hal ini berarti negara bagian dapat menentukan kebijakan apakah dan bagaimana mereka dapat berkolaborasi secara luas dengan kepentingan-kepentingan lain. Bagaimanapun juga, dalam konteks penanggulangan bencana, negara bagian lain dan pemerintah federal dapat memberikan bantuan kepada negara bagian terdampak bencana. Melalui kolaborasi dan koordinasi, pemerintah federal pun dapat memobilisasi sumber daya nasional apabila negara bagian tertimpa bencana mengajukan permintaan.

Berpijak dari sini, sistem penanggulangan terbangun dan berkembang hingga kini. Beberapa institusi memberikan dukungan dalam penyelenggaraan pada setiap tahapan pra, saat dan pascabencana. Koridor koordinasi, kolaborasi dan kerjasama terangkum ke dalam dokumen legal National Response Framework (NRF) dan National Incident Management System (NIMS). Apa itu NRF dan NIMS? Kedua dokumen ini saling melengkapi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. NRF memaparkan struktur dan mekanisme kebijakan di tingkat nasional terhadap penanganan insiden, sedangkan NIMS merupakan pola manajemen insiden tanpa melihat apakah ukuran, cakupan dan penyebab insiden tersebut kecil atau besar.

Dalam penanganan insiden atau bencana, beberapa faktor penting menjadi perhatian berbagai pelaku atau responder. Faktor-faktor tersebut antara lain gambaran umum operasi penanganan, interopabilitas, manajemen sumber daya, komando dan manajemen penanganan, Berbicara mengenai interopabilitas, instusi penanggulangan bencana di tingkat federal, negara bagian, county, municipality memahami posisi mereka dalam koordinasi dan kolaborasi. Di sisi lain, interopabilitas juga berlaku pada sistem komunikasi yang dapat dipahami pada setiap tingkatan tersebut. Salah satu contoh, para responder di semua tingkatan menggunakan WebEOC, suatu sistem penanganan krisis berbasis web, dalam komunikasi penanganan insiden. Kemudian, pada komando dan manajemen penanganan mereka menerapkan sistem komando tanggap darurat atau incident command system (ICS), dimana Indonesia telah mengadaptasi sistem ini. Suatu kewajiban bagi para responder untuk mengetahui apa itu ICS karena sistem ini mampu mengefektifkan penanganan insiden.

011082709 FUGATE

Foto: FEMA

Sementara itu, pengurangan risiko sebagai pengarusutamaan dalam penanggulangan bencana mendapatkan perhatian khusus Presiden Amerika Serikat. Sebuah komite dengan nama Subcommittee on Disaster Reduction (SDR) sebagai think-tank dari Komisi Nasional Sains dan Teknologi berfungsi untuk menyediakan forum dalam pertukaran informasi, pengembangan kolaborasi dan kesempatan, formulasi sain dan teknologi sebagai panduan bagi pengambil keputusan dan dialog dengan para komunitas. Pembahasan isu-isu strategis terkait penanggulangan bencanca menjadi tugas komite ini.

Pemerintah federal juga mendukung sebuah program bernama Community Emergency Response Team atau CERT. Konsep CERT digagas sejak awal oleh Departemen Pemadam Kebakaran Kota Los Angeles pada 1985. Kemudian FEMA mengadopsi program ini secara nasional di tahun 1993. Melalui CERT ini, masyarakat dibekali kemampuan teknis ketika berhadapan dengan bencana. Mengingat masyarakat yang berada di garis terdepan saat insiden, merekalah yang dapat merespon terlebih dahulu. Oleh karena itu, penyiapan masyarakat atau komunitas menjadi sangat penting dalam penanggulangan bencana. Program CERT melibatkan organisasi masyarakat, lembaga swasta, palang merah, dan relawan. Program yang telah melatih lebih dari 600.000 individu ini memfasilitasi masyarakat dalam rangka peningkatan kapasitas seperti keterampilan saat tanggap darurat, penanganan kebakaran, pencarian dan pertolongan, pengorganisasian tim, hingga penanganan medis sederhana. Kantor CERT yang didukung FEMA pun menyediakan gudang khusus yang dapat dimanfaatkan oleh mitra kerja lain untuk menempatkan kendaraan maupun barang propertinya.

Di sisi lain, beberapa hal yang membedakan dengan konteks Indonesia bahwa kontribusi dari organisasi masyarakat atau community organization. Berbagai organisasi masyarakat yang ada di Amerika Serikat memiliki jutaan relawan yang dapat digerakkan pada saat tanggap darurat. Melalui organisasi, warga yang tertarik lebih dalam mengenai apa yang mereka geluti dapat mengikuti pelatihan untuk peningkatan kapasitas. Mereka pada akhirnya cakap dan terstandarisasi secara nasional. Sementara itu kompetensi yang dikembangkan pun beragam, mulai dari pertolongan pertama, penanganan korban, shelter, hingga pencarian dan pertolongan. Relawan dengan kompetensi tersebut dapat dikerahkan baik melalui organisasinya maupun permintaan dari pemerintah dalam penanggulangan bencana baik pada skala kecil maupun besar.

IMG_4008

Organisasi-organisasi ini secara mandiri maupun bekerja sama dengan pemerintah di setiap tingkatan dalam mencetak sumber daya manusia yang berstandar tinggi, seperti Red Rock Search and Rescue (RRSAR) yang mandiri dalam pengadaan peralatan SAR dan peningkatan kapasitas. Organisasi ini hanya mengandalkan 100% donasi dari publik. Ada juga Maryland Search and Rescue (MSAR) yang beranggotakan relawan terlatih. Di samping itu, dukungan dari para profesional maupun perguruan tinggi, seperti pembekalan pengetahuan bagi para personel organisasi, yang tidak lain relawan.

Selain peran organisasi masyarakat, Palang Merah Amerika Serikat atau American Red Cross (ARC) berperan luas dalam penanggulangan bencana tidak hanya tingkat nasional bahkan internasional. Pendanaan untuk seluruh kegiatan ARC berasal dari kemurahan hati warga Amerika.

Edukasi sebagai Investasi Membangun Masyarakat Tangguh

Beberapa poin yang menarik dicermati yaitu bagaimana institusi pendidikan menjadi tempat paling baik dalam mengedukasi warga sejak dini. Hal tersebut dapat dilihat pada sekolah UCLA Community School yang berada di kota Los Angeles, California. Guru-guru mengajarkan dan mengajak berdiskusi para murid terkait potensi bahaya yang berada di wilayah mereka. Murid-murid yang berada di kota itu sangat paham bahwa mereka terpapar potensi bahaya gempa bumi mengingat berada dekat dengan patahan seperti San Andreas atau pun Laguna Salada.

IMG_4108

Para murid mengenal betul mengenai bagaimana merespon kondisi krisis atau saat bencana; mereka mengetahui potensi bahaya yang ada di sekelilingnya hingga bagaimana membuat rencana evakuasi apabila bencana terjadi. Mereka pun sudah merencanakan bagaimana harus bertemu dengan anggota keluarga lain ketika mereka sedang tidak bersama. Tidak hanya itu, murid-murid bersama para guru dan responder melakukan geladi bersama secara rutin di lingkungan sekolah pada bulan September setiap tahun.

IMG_4110Pada lingkungan sekolah, Amerika Serikat memiliki suatu institusi bernama school district. Institusi yang berjumlah sekitar 13.506 merupakan institusi khusus yang menjalankan sekolah-sekolah publik di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang berada di wilayah county dan municipality.  Salah satu institusi pendukung pada school district ini adalah police school district. Police school district bertugas salah satunya untuk mendukung keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah; penanggulangan bencana termasuk teror menjadi bagian tanggung jawab dari institusi ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s