Experiences

Aplikasi Gawai, Pelengkap Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Indonesia merupakan negeri yang sangat indah. Namun di balik keindahan, gugusan pulau yang membentang dengan lebih dari 17.000 pulau ini memiliki sejumlah fenomena alam yang dapat berujung bencana. Dikelilingi lempeng tektonik aktif, wilayah nusantara yang dihuni oleh lebih dari 200 juta penduduk ini rawan terhadap bahaya gempa dan tsunami. Di samping itu, deretan gunung api bagian dari cincin api atau ring of fire membuat sekitar 1,2 juta populasi di 75 wilayah administrasi terpapar bahaya erupsi. Salah satu contohnya Gunung Sinabung aktif kembali setelah 1.000 tahun tertidur. Letusan yang masih terus terjadi hingga kini menyebabkan ribuan keluarga mengungsi dan mencari tempat tinggal baru. Belum lagi, jalur katulistiwa yang membelah wilayah nusantara memberikan pengaruh terhadap iklim dan cuaca terhadap masyarakat.

longsor 1

Foto: BNPB

Berdasarkan data penduduk terpapar bencana alam (BNPB, BPS dan UNFPA, 2015) jenis bahaya gempa memberikan keterpaparan tertinggi dibandingkan bahaya lain. Sekitar 148,4 juta jiwa populasi di 386 wilayah administrasi terpapar bahaya ini. Patut diwaspadai juga, sumber gempa baru telah berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan para ahli di Indonesia. Patahan aktif atau sumber gempa tadi berjumlah 295 patahan. Pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 menyebutkan identifikasi patahan baru sebagai berikut

Wilayah Sebelum Baru
Sumatera 19 55
Jawa 10 37
Sulawesi 12 48
Maluku dan Papua 12 79
Nusa Tenggara dan Laut Banda 49

Namun demikian, dari sisi akulumasi skala jumlah korban meninggal, gempa ini bukan bencana yang mematikan. Hal tersebut disebabkan kejadian yang berulang terjadi dengan rentang waktu lama. Berdasarkan data otoritas penanggulangan bencana Indonesia, bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung yang justru menjadi bencana mematikan.

Pada tahun 2017 ini, data hingga November menyebutkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung terjadi lebih dari 1.500 kali. Fenomena alam tadi menelan korban meninggal hingga lebih dari 200 jiwa. Belum lagi dengan kerugian total dari setiap sektor, seperti perumahan, penghidupan dan fasilitas umum.

Jenis Bencana Jumlah Kejadian Korban Meninggal Terdampak
Banjir 689 113 1.991.947
Longsor 545 119 49.541
Puting Beliung 619 30 13.652
JUMLAH 1.852 262 2.055.140

 

Nah, apakah kita sudah bersiap siaga menghadapi segala potensi bahaya. Siap siaga berarti memposisikan diri kita untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Jadi banyak upaya yang dapat kita lakukan, baik sebagai individu maupun secara kolektif, baik di dalam keluarga maupun kelompok yang lebih besar. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dengan sangat sederhana, antara lain dengan menambah referensi diri dengan pengetahuan dari berbagai sumber. Pengetahuan itu bisa berupa pengetahuan fenomena alam, informasi mengenai institusi apa saja yang berwenang dalam penanggulangan bencana, upaya penyelamatan diri, dan sebagainya. Mungkin saja, kita mendapatkan pengetahuan kebencanaan dari mata pelajaran pilihan di sekolah.

ICS

Upaya lain berupa latihan. Latihan sangat penting untuk membiasakan kita menjadi peka terhadap jenis bencana yang mengancam setiap saat. Sejak tahun ini, tepatnya 26 April, otoritas pemerintah mengkampanyekan latihan bersama secara nasional untuk membangun budaya sadar bencana dan membekali ketrampilan dalam kesiapsiagaan. Tahun ini ada 10 juta lebih peserta latihan yang berlangsung serentak di seluruh nusantara. Melalui latihan yang terus dilakukan akan membuat kita tidak panik saat menghadapi ancaman bahaya. Situasi panik atau tidak panik inilah dapat menentukan apakah kita mampu selamat dari ancaman bahaya.

Upaya sederhana lain yang dapat kita lakukan yaitu mengunduh beberapa aplikasi kebencanaan atau yang dapat dimanfaatkan pada saat bencana. Apa saja aplikasi tersebut? Aplikasi yang berbasis sistem operasi populer, android dan iOS, tersebut dapat diunduh melalui gawai kita. Saat ini, pertumbuhan teknologi gawai sangat cepat dan harga yang dapat dijangkau secara luas oleh masyarakat. Ini menguntungkan untuk mendapatkan pengetahuan kebencanaan secara murah dan terakses sehingga kita dapat memberitahukan kepada anggota keluarga, saudara, maupun teman kita. Apabila kita memiliki pengetahuan kebencanaan, berbagilah dengan orang di sekitar kita.

Aplikasi-aplikasi yang dapat diunduh antara lain:

Info BMKG.

info bmkgAplikasi ini dibuat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Melalui aplikasi ini, kita bisa mendapatkan informasi mengenai cuaca, kualitas udara, gempabumi, cuaca maritime dan cuaca bandara. Pada aplikasi ini kita juga dapat mempelajari mengenai kosa kata terkait dengan tematik yang ditampilkan tadi.

 

MAGMA Indonesia

magma indonesiaAplikasi ini memuat informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi seperti gunung api, gempa, tsunami dan gerakan tanah). Kita bisa mendapatkan informasi mengenai tingkat aktivitasi gunung api. Di samping itu, aplikasi ini juga memberikan notifikasi untuk laporan aktivitas gunung api, laporan gerakan tanah maupun peringatan dampak aktivitas vulkanik terhadap bandar udara.

 

InaRISK

inariskAplikasi ini merupakan informasi terkait tingkat bahaya suatu wilayah dan dilengkapi dengan rekomendasi aksi untuk melakukan antisipasi secara partisipatif. Aplikasi yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan dukungan Kementerian ESDM, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat dan BMKG serta Lembaga lain terutama dalam penyediaan data. Kita bisa mendapatkan informasi risiko dengan terlebih dulu memilih jenis bencana, dan kategori seperti bahaya atau risiko.

Siaga Bencana

siaga bencanaAplikasi yang dibangun oleh Palang Merah Indonesia ini sangat menarik. Pengguna dapat menguji pengetahuan mengenai kesiapsiagaan. Kita dapat memperoleh informasi terkait dengan upaya sebelum, saat, atau sesudah bencana. Kemudian kita diarahkan untuk bagaimana kita dapat menggunakan rencana darurat. Salah satu menu khusus yang ditawarkan aplikasi ini, menu yang tersambung dengan perangkat dan bisa bermanfaat saat kita berada di kondisi bencana. Melalui slide bar yang ada pada menu ini kita dapat menyalakan lampu senter, lampu sorot, alarm, maupun menulis pesan serta mengirim pesan terkait lokasi kita berada.

Life360

life360Aplikasi ini dapat menghubungkan anggota keluarga kita ketika bencana berlangsung. Bencana dapat memisahkan kita dan anggota keluarga lain karena situasi yang kacau pada saat evakuasi berlangsung. Kita dapat mengetahui posisi mereka; bukan tidak mungkin ketika bencana terjadi kita dapat dengan cepat menentukan lokasi siapa saja yang berada di dalam daftar kontak. Namun untuk manfaat yang lebih banyak, kita diharuskan untuk berlangganan dengan membayar secara periodik.

Silakan mencoba aplikasi-aplikasi tersebut. Ingat untuk selalu siap siaga menghadapi bahaya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s