Experiences

Pasebaya Penyambung Informasi untuk Kesiapsiagaan Warga

Status Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali telah dinaikkan ke tingkat IV sejak 27 November 2017 lalu, tepatnya pukul 6 pagi waktu setempat. Masyarakat pun segera diinformasikan untuk mengungsi dari kawasan berbahaya sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Informasi dengan cepat diberikan oleh radio komunitas yang baru saja terbentuk, yaitu Pasebaya.

IMG_20171128_121856Setelah erupsi pada tanggal tersebut, Pasemetonan Jagabaya atau Pasebaya Gunung Agung secara aktif melalui perangkat radio atau handytalky (HT) saling memberikan informasi kondisi yang ada di setiap desa. Pasebaya yang diketuai oleh I Gede Pawana ini tidak hanya beranggotakan para perbekel dan amatir radio tetapi para relawan lain yang memiliki perangkat radio dan tersebar di 28 desa. Saat ini, Pasebaya masih menumpang di frekuensi Orari, 146.800 MHz, dan akan segera beralih ke frekuensi yang khusus. Orari yang berdiri pada 1968 merupakan satu-satunya organisasi untuk amatir radio di Indonesia.

Meskipun pemilik radio komunikasi terbatas, namun para perbekel berupaya berbagi informasi kepada para warga. Biasanya mereka berkumpul di banjar pada sore hari untuk mendengarkan informasi dari wilayah lain.

“Sebelumnya ada komunitas-komunitas radio, namun selama ini parsial. Setelah kita difasilitasi oleh Orari, dan setelah terbentuk perkumpulan Pasebaya, kita difasilitasi oleh Orari, diberikan fasilitas, jadi masyarakat masuknya satu pintu.”

IMG_20171128_144129

Pawana menambahkan melalui jejaring Pasebaya ini, informasi mengenai Gunung Agung lebih akurat dan terkini. Informasi mengenai situasi di wilayah administrasi tingkat desa akan dicek terlebih dahulu sebelum disebarkan melalui radio. Di samping jejaring melalui radio komunikasi, Pasebaya juga menggunakan jalur komunikasi antar seluruh anggota dengan aplikasi Whatsapp.

Semangat pertama dibentuknya Pasebaya adalah mengedukasi warga mengenai potensi bahaya erupsi Gunung Agung. Edukasi mengenai karakteristik kegunungapian dan kesiapsiagaan menjadi bahan informasi yang selalu diinformasikan kepada masyarakat setempat. Pada jam-jam tertentu, anggota di 28 desa melakukan roll-call untuk menginformasikan situasi terkini di wilayahnya. Namun demikian, tuntutan warga terhadap Pasebaya semakin tinggi, seperti permintaan mengenai logistik bantuan.

IMG_4537Secara pribadi, Pawana memiliki harapan dengan terselenggaranya Pasebaya ini dapat menghimbau masyarakat mengenai ancaman bahaya erupsi. Pawana juga menambahkan bahwa dengan radio komunikasi memungkinkan informasi bisa menjangkau ke tingkat paling bawah. Kesiapsiagaan itu tidak hanya milik pengguna perangkat radio saja tetapi setiap individu warga yang ada di 28 desa.

“Masyarakat mendapat edukasi yang baru untuk menangani potensi bahaya erupsi.”

Pasebaya yang dideklarasikan pada 17 November 2017 lalu itu bertujuan untuk memberikan informasi kepada warga, khususnya di 28 desa. Melalui informasi yang diterima warga di wilayah terpapar diharapkan dapat mengurangi dampak bencana erupsi Gunung Agung.

Pada penetapan tingkat tertinggi ini, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung tidak memasuki kawasan berbahaya. PVMBG merekomendasikan kawasan berbahaya tidak boleh beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak dan sektoral barat daya, selatan, tenggara, timur laut, dan utara dalam radius 10 km.

IMG_20171128_132429

Seiring bertambahnya pendengar yang hingga membeli perangkat radio, Pasebaya secara rutin memberitahukan mengenai aturan main berkomunikasi. Kesiapsiagaan yang dibangun oleh masyarakat yang terpapar itu sendiri merupakan kekuatan yang harus diapresiasi. Mereka dapat secara cepat untuk saling mengingatkan warganya untuk melakukan evakuasi ketika ancaman bahaya erupsi gunung api segera terjadi. Di sisi lain mereka dengan sukarela dapat melakukan evakuasi mandiri sehingga mampu mengoptimalkan waktu dan menyelamatkan lebih para penyintas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s