Waspada Status Gunung Merapi, Gunakan Cekposisi

Belajar dari pengalaman penanganan erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali, teknologi informasi kembali digunakan untuk selalu waspada terhadap potensi erupsi Gunung Merapi yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui cekposisi dengan aplikasi Google Map, setiap individu dapat mengetahui posisi dan radius berbahaya serta kawasan rawan bencana (KRB) yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat.

Silakan akses tautan berikut ini https://siaga.bnpb.go.id/CekPosisiMerapi, Anda dapat juga melihat tutorial penggunaan pada platform Youtube berikut ini https://youtu.be/eozIbKBLnTo

cekposisi 1Setelah mencermati Cekposisi, Anda akan melihat wilayah KRB yang tergambar dengan warna yang berbeda, seperti merah, merah muda, dan kuning. Warna tersebut menunjukkan potensi terpapar dengan tingkatan bahaya yang berbeda. Berikut panduan wilayah KRB yang terbagi menjadi tiga:

cekposisi 2KRB III (merah) merupakan kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik. Pada kawasan ini, siapa pun tidak direkomendasikan untuk membuat hunian tetap dan memanfaatkan wilayah untuk kepentingan komersial. Otoritas setempat memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari pihak PVMBG.

KRB II (merah muda) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, mungkin aliran lava, lontaran batu, guguran, hujan abu lebat, umumnya menempati lereng dan kaki gunungapi. Kawasan ini dibedakan menjadi dua, yaitu kawasan rawan bencana terhadap aliran masa berupa awan panas, aliran lava, guguran batu, meliputi lembah-lembah sungai yang berhulu di sekitar puncak dan dapat mencapai radius 10 km dari pusat erupsi, dan kawasan rawan bencana terhadap material lontaran dan jatuhan seperti lontaran batu (pijar), hujan abu lebat. Daerah ini meliputi radius 5 km dari pusat erupsi yang umumnya hutan alam dan hutan lindung.

KRB I (kuning) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda lahar atau banjir lahar. Apabila terjadi letusan membesar, kawasan ini berpotensi tertimpa material jatuhan berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar). Kawasan terbagi menjadi kawasan rawan aliran lahar atau banjir dan rawan jatuhan berupa hujan abu tanpa memperhatikan arah angin dan kemungkinan terkena lontaran batu (pijar). Pada kawasan lahar atau banjir, khususnya kawasan yang terletak di sepanjang sungai atau di dekat lembah atau bagian hilir sungaiyang berhulu di daerah puncak.

cekposisi 5

Sumber: BPPTKG

Selain memperhatikan pembagian KRB, Anda juga harus memperhatikan radius berbahaya yang telah ditetapkan oleh otoritas kegunungapian, yaitu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Informasi terkait Merapi, Anda dapat mengakses situs PVMBG pada tautan ini http://vsi.esdm.go.id/ dan https://magma.vsi.esdm.go.id/, atau  mengunduh aplikasi MAGMA Indonesia pada Google Play Store di tautan berikut https://play.google.com/store/apps/details?id=com.magma.pvmbg.magmaindonesia&hl=en_US

cekposisi 4

Pada Cekposisi, Anda dapat melihat lingkaran jelas dengan warna merah. Ini menunjukkan radius yang telah ditentukan oleh otoritas kegunungapian. Hingga saat ini (27 Mei 2018), radius berbahaya ditetapkan pada 3 km dari puncak Gunung Merapi. Ini berarti siapa pun tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas di dalam radius yang telah ditentukan.

 

Kita dapat belajar dari masa lalu bahwa radius ini dapat terus diperluas seiring potensi bahaya erupsi Gunung Merapi. Pada 2010 lalu, radius berbahaya bahkan mencapai pada 20 km dari puncak gunung. Sekitar wilayah Sleman, radius 20 km dari puncak sebagai zona berbahaya, sementara wilayah lain beragam dari 10 – 15 km. Cek posisi akan terus melakukan pemutakhiran terkait dengan radius sesuai dengan rekomendasi otoritas kegunungapian.

cekpoisis 3

Lebih lanjut mengenai apa saja yang ditampilkan pada Cekposisi silakan untuk melihat ikon apa saja yang ditampilkan pada aplikasi ini, seperti pos pengungsi, pos pengamatan gunung api, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pendidikan. Selain itu, perhatikan juga parameter kegunungapian lain yang digunakan di Indonesia.

Advertisements

2 thoughts on “Waspada Status Gunung Merapi, Gunakan Cekposisi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s