Erupsi Fuego yang Mematikan

Ketika membaca artikel di media massa mengenai erupsi Gunung Fuego di Guatemala, terlintas kengerian yang luar biasa. Terbayang bagaimana besarnya letusan yang menyemburkan material vulkanik dan awan panas hingga melanda pemukiman. Awan panas atau piroklastik pada letusan terakhir berkecepatan lebih dari 80 km/jam dan akan menyapu semua benda yang dilaluinya.

eoimages.gsfc.nasa.gov

Sumber: eoimages.gsfc.nasa.gov

Berita terakhir pada 8 Juni 2018, sekitar 99 jiwa tewas dievakuasi dan 200 warga diperkirakan masih hilang karena erupsi besar Fuego. Desa-desa di lereng terkubur material vulkanik setelah gunung erupsi. Lalu muncul pertanyaan bagaimana bisa masyarakat tidak segera melakukan evakuasi. Padahal mereka telah mengetahui sejarah letusan Fuego puluhan tahun.

Dikutip dari situs bbc.com, Lembaga teknis seismologi dan vulkanologi menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan yang relevan sesering mungkin. Lembaga ini mengklaim tanggung jawab atas setiap kegagalan peringatan terletak pada otoritas darurat sipil, Conred, yang kemudian tidak bertindak atas peringatannya.

It has been shown that Conred’s Twitter feed as late as 11:00 on the morning of the eruption said that it wasn’t yet necessary to evacuate.

usgs gov

Sumber: usgs.gov

Sementara itu, dikutip dari situs detik.com, Maria Turen, seorang warga lokal,  mengatakan bahwa tidak ada yang memberi tahu kami ke mana harus pergi dan apa yang harus kami lakukan. Dia tidak tahu di mana ibunya dan sangat mengkhawatirkan kondisi rumahnya yang kemungkinan besar telah luluh-lantak. Masih dari situs yang sama, ditulis bahwa tiba-tiba pada hari Selasa, terdengar bunyi peluit, alarm, dan orang-orang pun berlarian panik. Gunung berapi Fuego itu memuntahkan isi perut, mengirimkan segumpal awan panas yang menjulang di atas bukit-bukit di sekitar.

_101919156_guatemala_before_after_640-nc

Melihat fenomena Fuego, kemudian teringat apa yang terjadi pada Gunung Kelud di Jawa Timur. Saat itu, proses erupsi dahsyat berlangsung dengan cepat setelah kenaikan status gunung tersebut. Pada 13 Februari 2014 Gunung Kelud yang berstatus level III dinaikkan menjadi level IV pada 21.15 waktu setempat oleh otoritas kegunungapian. Pada pukul 22.55 terjadi letusan pertama dan ini hanya berselisih hampir 2 jam paska kenaikan level. Lalu pada 23.29 terjadi letusan besar. Satu hal yang sangat yang menjadi keberhasilan penanganan pascaerupsi yaitu evakuasi puluhan ribu warga jelang erupsi besar. Tak satu pun warga menjadi korban tewas akibat material vulkanik.

Melanjutkan penasaran yang muncul setelah membaca artikel erupsi Fuego, seandainya otoritas penanganan bencana melakukan hal sama dengan apa yang dilakukan di Kelud. Tentu warga akan selamat dari bahaya. Peringatan dini di Kelud telah dipersiapkan sejak lama. Mereka belajar dari kesalahan. Otoritas kegunungapian menginisiasi untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat untuk menyadarkan fenomena erupsi Kelud sangat dahsyat. Mereka hanya perlu untuk melakukan evakuasi sementara hingga erupsi berakhir dan selanjutnya dapat menikmati berkah alam yang subur.

Selain itu, penguatan komunitas diinisiasi seorang warga untuk membangun radio komunitas. Radio transistor merupakan alat sederhana dan dapat diakses warga dengan mudah. Beberapa pihak tersebut bersinergi untuk menghindarkan masyarakat dari ancaman erupsi mematikan.

Demikian juga dengan apa yang terjadi saat menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali, Indonesia. Komunitas membentuk paguyuban radio komunitas bernama Pasebaya. Komunitas ini diedukasi dan difasilitasi oleh berbagai pihak hingga akhirnya mampu untuk memberikan peringatan dini kepada warga sekitar gunung.

Jadi, dua contoh di atas ingin menunjukkan bahwa peringatan dini tidak seharusnya bertumpu pada satu pihak saja, yaitu otoritas pemerintah. Namun demikian, warga, komunitas, maupun masyarakat dapat berkontribusi memberikan peringatan dini sehingga nyawa ribuan warga dapat terselamatkan dari ancaman bahaya erupsi.

Sekilas Fuego

Gunung Fuego merupakan salah satu gunung teraktif di wilayah Amerika Tengah. Letusan besar seperti yang terjadi pada awal Juni lalu terakhir terjadi pada 1902. Ketika itu, letusan menewaskan ribuan orang. Sementara itu, letusan besar lain pada 1974 merusak lahan pertanian tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

wikipedia

Sumber: Wikipedia

Gunung dengan ketinggian 3.763 meter ini merupakan gunung api bertipe kerucut. Gunung yang terletak berbatasan antara Chimaltenango, Escuintla, dan Sacatepequez berada 16 km dari kota tujuan wisata di Guatemala, yaitu Antigua.

Fuego terkenal sangat aktif dengan intensitas rendah. Erupsi Fuego tercatat dalam sejarah meletus sejak 1581 hingga kini. Berdasarkan kajian saintifik, Fuego memiliki potensi landaan awan panas sejauh 20 km dan abu vulkanik hingga 100 km. Karakteristik bahaya kedua (secondary hazard) yaitu lahar dan sangat berbahaya ketika hujan meluncurkan material vulkanik tersebut.

Terkait dengan ancaman Fuego, satu hal yang sangat penting yaitu keselamatan warga sekitar lereng gunung. United States Geological Survey (USGS) telah merekomendasikan bahwa keselamatan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam mengantisipasi erupsi. Pengembangan wilayah harus menghindari wilayah berbahaya dari material vulkanik.

El-Rodeo-750x430

Sumber: theshillongtimes.com

Karakteristik erupsi gunung dapat terjadi dalam kurun waktu minggu hingga bulan, baik dari proses erupsi hingga ancaman bahaya susulan, seperti longsoran maupun lahar. USGS juga merekomendasikan bahwa otoritas setempat untuk memperhatikan aspek edukasi publik, komunikasi dan evakuasi, sebagai rencana aksi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s