Waspada Ancaman Karhutla Sumsel Jelang Asian Games 2018

Indonesia akan menjadi tuan rumah pagelaran akbar olah raga Asian Games 2018 pada Agustus nanti. Kota Jakarta dan Palembang telah bersiap sebagai ajang penyelenggaran pesta olah raga bergengsi yang diikuti 45 negara di Kawasan Asia. Salah satu catatan penting jelang penyelenggaraan Asian Games kali ini adalah potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengganggu berlangsungnya penyelenggaraan Asian Games yang dianggarkan lebih dari Rp 6 trilyun. Potensi gangguan yang juga sebagai parameter dalam penanganan karhutla adalah asap yang berpengaruh pada kualitas udara dan jarak pandang di Sumatera Selatan (Sumsel). Dapat kita bayangkan udara yang berkualitas buruk akan menganggu performa para atlet dan jarak pandang  pada ajang kompetisi.

IMG_3677

Foto: Kedubes Australia

Satu bulan ke belakang (21 Mei – 22 Juni 2018), situs modis-catalog.lapan.go.id mencatat jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan lebih dari 30% sejumlah 53 titik, sedangkan tingkat kepercayaan lebih dari 80% sejumlah 4 titik. Sementara itu, Global Forest Watch (GFW) Fires mencatat sejumlah 235 peringatan kebakaran.  Menurut pantauan GFW, wilayah yang terdeteksi peringatan tersebut berada di Muara Enim, Musi Banyu Asin, Musi Rawas, Lahat, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Komering Ulu, Prabumulih, Ogan Komering Ulu Selatan dan Ogan Ilir.

Apabila merujuk pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel selama 2017, sebaran titik panas tertinggi termonitor berada di Kabupatan Ogan Komering Ilir.  Pada Agustus – September 2017, total titik panas berjumlah 615 titik. Sehubungan dengan wilayah yang rawan kebakaran ini, BPBD Sumsel memonitor 53 desa yang tersebar di Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Ilir sebagai desa dengan kerawanan tinggi.

global forest watch

Sumber: fire globalforestwatch.org

 

modis lapan

Sumber: modis-catalog.lapan.go.id

Sementara itu, sejak awal (15/3/2018) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis puncak musim kemarau tahun ini diprediksikan berlangsung pada Agustus hingga September. Namun demikian, BMKG menambahkan bahwa selama musim kemarau 2018 ini diprakirakan tidak separah musim kemarau tahun 2015. Hal tersebut disebabkan karena sampai dengan pertengahan 2018 iklim di Indonesia dipengaruhi La Nina lemah.

Namun demikian, fenomena alam berupa cuaca kering perlu mendapatkan pemantauan secara serius oleh pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel. Apabila melihat prakiraan cuaca hujan pada Agustus 2018, curah hujan di wilayah Sumsel tergolong rendah. Hal ini dapat memicu terjadinya karhutla. Perlu diingat bahwa lebih dari 90% karhutla yang terjadi beberapa di beberapa wilayah nusantara dipicu oleh ulah manusia.

prakiraan curah hujan

Sumber: bmkg.go.id

Waktu Satelit Jml. Hotspot Nilai Kepercayaan
Agustus – September 2013 Aqua/Terra 0 >30%
Agustus – September 2014 Aqua/Terra 2250 >30%
Agustus – September 2015 Aqua/Terra 8915 >30%
Agustus – September 2016 Aqua/Terra 367 >30%
Agustus – September 2017 Aqua/Terra 481 >30%

Sumber: Data modis-catalog Lapan di wilayah Sumsel

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat berdampak buruk  pada segala aspek kehidupan masyarakat. Aktivitas masyarakat sempat lumpuh mengingat kualitas udara yang sangat buruk. Pada tahun 2017, situs modis-catalog.lapan,go.id mencatat titik panas di Provinsi Sumatera Selatan sejumlah 481 dengan tingkat kepercayaan lebih dari 30%. Jumlah tersebut lebih baik dibandingkan pada dua tahun sebelumnya yang tercatat hingga 8.915 titik tersebar di Sumsel.

Angka kepercayaan lebih dari 30% merupakan angka persentase titik panas yang berpotensi menghasilkan titik api. Angka kepercayaan tersebut disepakati oleh kementerian/lembaga yang terkait dengan penanganan karhutla, sedangkan titik panas merupakan satu definisi yang mengacu pada pengertian obyek titik panas di permukaan bumi dan terekam oleh satelit dengan resolusi spasial 1 km x 1 km. Titik panas tadi memiliki suhu yang melebihi ambang batas tertentu. Pada konteks Indonesia, sesuai dengan kesepakatan antar negara-negara di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN), ambang batas panas menunjuk pada suhu 48 ° C.

Menindaklanjuti potensi ancaman karhutla, BPBD Sumsel telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan. Faktor yang sangat penting mendorong perhatian dari otoritas setempat yaitu instruksi dan peringatan dari Presiden RI Joko Widodo. Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI (6/2/2018), Joko Widodo menyampaikan demgan tegas bahwa jangan sampai saat perhelatan itu (Asian Games) ada asap, ada kebakaran lahan dan hutan, sehingga menggangu image, juga mungkin bisa mengganggu penerbangan.

Dalam menerjemahkan instruksi presiden tadi, BPBD telah melakukan upaya-upaya pengendalian dini. Upaya tersebut mengikat semua pihak di wilayah Provinsi Sumsel mengingat pertaruhan besar terhadap sukses penyelenggaraan Asian Games. Berikut ini kegiatan pengendalian karhutla di Sumsel tahun 2018 (Sumber BPBD Sumsel).

  1. Penetapan Status Siaga Darurat melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan, nomor: 102/KPTS/BPBD-SS/2018 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018;
  2. Pembentukan Pos Komando Melalui Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor: /KPTS/BPBD-SS/2018 tentang Pembentukan Pos Komando  Satgas   Siaga Karhutla di Provinsi Sumsel Tahun 2018;
  3. Rapat koordinasi khusus kebakaran hutan kebun dan lahan Provinsi Sumsel;
  4. Apel kesiapan personel dan peralatan pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan
  5. Penyiapan dan penyebarluasan Maklumat Larangan Membuka Lahan dengan Cara Membakar;
  6. Aktivasi pos komando kebakaran hutan, kebun dan lahan di Kawasan perusahaan perkebunan, Hutan Tanaman Industri serta pos komando gabungan;
  7. Sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar kepada masyarakat;
  8. Pelatihan dan pembinaan kepada kelompok masyarakat, relawan, regu pemadam kebakaran perusahaan, brigade pengendalian kebakaran hutan kebun dan ahan;
  9. Patroli gambungan darat dan pemadaman gabungan darat;
  10. Patroli udara dan pemadaman melalui udara;
  11. Teknologi Modifikasi Cuaca (hujan buatan).

Selain kegiatan tadi, pemerintah daerah setempat mengupayakan pengendalian karhutla dengan pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan pembukaan lahan petani dengan pembuatan galangan penyekat air dan penggalian kanal tersier untuk tanaman padi dan jeuk, bantuan benih dan peralatan budidaya ikan, bantuan peternakan sapi, dan pelatihan industry rumah tangga.

asian games 2018Semoga upaya pemerintah dan masyarakat setempat di Sumsel sukses dalam pencegahan dan pengendalian karhutla sepanjang tahun ini.  Mari kita dukung bersama demi suksesnya Asian Games 2018 di Kota Jakarta dan, khususnya, Palembang!

 

Advertisements