Komitmen Indonesia dalam AMCDRR 2018

Pemerintah Indonesia menyampaikan pernyataannya dalam Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) 2018 di Ulaanbaatar, Mongolia pekan ini. Beberapa poin pernyataan Indonesia disampaikan di hadapan para menteri dan komunitas organisasi internasional pada Selasa lalu (3/7) dalam Ministerial Session. Berikut ini poin-poin pernyataan Indonesia yang sekaligus sebagai komitmen dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.

  1. Implemementasi dari Kerangka Kerja Sendai telah memberikan pedoman kebijakan dalam kerangka kerja pembangunan nasional Indonesia dan pengurangan risiko bencana (PRB) telah menjadi salah satu dari Sembilan Prioritas Pembangunan Nasional Presiden Joko Widodo. Ini juga telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional untuk 2015-2019.
  2. Indonesia telah menyusun Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2015 – 2045. Rencana induk ini sangat memperhatikan karakteristik bencana daerah dan regional, tata ruang daerah dan pusat serta karakteristik sosial budaya masyarakat. Rencana tersebut memiliki 4 capaian yaitu:
  • Penguatan gerakan PRB secara nasional yang berorientasi pada masyarakat, komprehensif, adil dan berkelanjutan.
  • Penekanan pada pengelolaan risiko dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kearifan lokal.
  • Kepastian partisipasi bersifat inklusif dari semua stakeholder dan formulasi dan monitoring kebijakan pengelolaan risiko, dan
  • Penekanan PRB sebagai salah satu parameter dalam implementasi strategi pembangunan nasional dan upaya diplomasi Indonesia dalam konteks perdamaian dan kemanusiaan.
  1. Pembangunan masyarakat yang tangguh harus bersifat inklusif, khususnya merangkul mereka yang berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Indonesia sangat berkomitmen untuk memastikan inklusivitas dan pembahasan terhadap tantangan untuk memperkuat ketangguhan khususnya bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Salah satu upaya konkret ini ditunjukkan dengan pengembangan bahasa isyarat terstandar untuk mengkomunikasikan secara lebih baik risiko bencana bagi mereka yang tuli.
  2. Kerjasama internasional merupakan kunci sukses dalam pembangunan ketangguhan di Kawasan dan pencapaian target dari Kerangka Kerja Sendai.

WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.19.52AMCDRR merupakan konferensi tingkat menteri yang membahas pengurangan risiko bencana di Kawasan Asia. Konferensi yang dilakukan setiap dua tahun sekali ini bertema ‘Prevention Disaster Risk: Protecting Sustainable Devepment’. AMCDRR 2018 di Mongolia ini berlangsung pada 3 – 6 Juli 2018.

Pada konferensi tahun ini, AMCDRR akan menghasilkan beberapa keluaran yaitu:

  1. Deklarasi Ulaanbaatar
  2. Rencana Aksi Kawasan Asia 2018 – 2020 untuk mengimplementasikan Kerangka Kerja Sendai
  3. Komitmen dan Perkembangan terkini dari pelaku penanggulangan bencana khususnya dalam konteks pengurangan risiko bencana.

WhatsApp Image 2018-07-02 at 15.41.04Indonesia pernah menjadi tuan rumah AMCDRR ke-5 pada 2012 lalu. Saat itu, AMCDRR yang berlangsung di Yogyakarta tersebut menghasilkan Deklarasi Yogyakarta pada Pengurangan Risiko Bencana di Asia dan Pasifik 2012. Konferensi bertema Strengthening Local Capacity for Disaster Risk Reduction menghasilkan deklarasi yang mengikutkan pernyataan pertama kalinya komitmen dari 10 kelompok pemangku kepentingan serta masukan regional paska Kerangka Kerja 2015 (Sendai Framework).

Last-version

Advertisements