Incident Command System [2]

Fitur lain dalam Indicident Command System atau ICS adalah komando. Komando berarti tindakan untuk mengarahkan, memerintahkan atau mengendalikan, berdasarkan hukum, peraturan atau kewenangan yang didelegasikan secara jelas. Komando dalam penanganan insiden atau bencana berada di bawah kendali seorang yang ditunjuk dengan jabatan incident commander (IC) atau komandan penanganan insiden. Konteks Indonesia, IC biasa disebut dengan Komandan Pos Komando. Masih dari dalam negeri, komandan tersebut biasanya dijabat oleh komandan komando distrik militer (kodim) atau kepolisian resort (polres). Meskipun suatu harapan yang tinggi, komandan dapat dijabat oleh seorang kalangan sipil.

IMG-20150820-WA0022
Foto: BPBD

Seorang IC ini memiliki kewenangan untuk melakukan fungsi-fungsi komando. Jabatan tertinggi ini biasanya mempunyai pengetahuan atau pengalaman terkait dengan fungsi manajemen ICS, seperti command, operations, planning, logistic, finance dan admin (command and general).

Dalam command, selain bertanggung jawab terhadap seluruh manajemen penanganan darurat bencana, IC juga paham bagaimana memposisikan diri sebagai petugas keselamatan (safety officer), penghubung (liaison officer) atau humas (public information officer). Pada konteks ICS, fungsi ini dikategorikan sebagai command staff.

ICS_Structure
Sumber: Wikipedia

Sementara itu, apabila suatu insiden dengan skala yang sangat kecil atau tidak kompleks, section atau seksi/bagian yang diaktifkan hanya operasi atau operation. Sebagai catatan, seorang IC hanya membentuk bagian yang diperlukan. Jika sebuah bagian tidak ada personil, IC inilah yang akan menjalankan fungsi dari bagian yang diaktivasi.

planning p 2
Foto: Twitter.com

Pemilihan seorang IC tersebut ditentukan pejabat tertinggi di suatu daerah. Seorang IC (pada saat sangat awal suatu insiden terjadi) kemudian dapat berganti kepada IC baru. IC tersebut akan menyerahkan tanggung jawabnya kepada IC baru akan melakukan briefing transfer komando dilakukan, baik verbal maupun tertulis atau keduanya. Transfer komando tersebut dapat dilakukan pada situasi berikut ini:

  • Seorang IC dengan kemampuan yang dibutuhkan tiba di lokasi (sudah mendapatkan persetujuan dari pejabat berwenang atau responsible official). Misal, dalam penanganan kebakaran hutan apabila ada petugas yang sejak awal berada di lokasi terdampak, petugas tersebut dapat mentransfer kewenangannya kepada IC baru.
  • Sebuah yurisdiksi atau lembaga secara hukum harus menjalankan fungsi komando tersebut. Misal dalam konteks Indonesia, apabila pemerintah kabupaten tidak dapat menangani skala bencana, pemerintah provinsi yang akan memimpin komando penanganan darurat.
  • Tingkat kompleksitas bencana berubah. Sistem database di Amerika Serikat sudah sangat baik, sehingga pejabat berwenang tadi dapat mengetahui sosok IC yang memiliki kompetensi sesuai dengan tingkat kompleksitas bencana.
  • Penanganan darurat bencana dapat berlangsung berlarut-larut sehingga seorang IC yang bertugas memerlukan istirahat. Pada konteks ini, seorang IC dapat memiliki seorang deputi atau katakana wakil. Kompetensi seorang deputi ini harus sama dengan IC yang betugas. Dapat juga IC tadi melakukan transfer kewenangan kepada IC baru.

Tata kerja dalam ICS sangat jelas yaitu berlakunya rantai komando. Rantai komando ini merupakan garis kewenangan yang jelas dan teratur dalam sebuah organisasi tersebut. Melalui rantai komando ini, arahan dari para chief dan pemimpin dalam setiap section atau tingkat di bawahnya dapat dipahami secara jelas oleh seluruh personel yang berada di bawah supervisi mereka. Rantai komando juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kebingungan dengan memastikan seluruh perintah yang datang dari supervisor masing-masing personel. Namun, tidak berarti personil yang terlibat dilarang untuk berbagi informasi.

Dalam memahami perintah yang telah ditentukan dalam suatu perencanaan, command dan general staff akan memberikan briefing yang berlangsung singkat kepada semua personel.

Secara detail, tata kerja dari komando ini juga memiliki kesatuan komando. Ini berarti bahwa personel akan melapor hanya pada satu supervisor dalam suatu operasi penanganan bencana. Selain itu, personel menerima tugas pekerjaan hanya dari supervisor terkait yang sedang bertugas.

Only_the_Brave_(2017_film)
Foto: Wikipedia

Gambaran mengenai ICS dapat kita saksikan dalam sebuah film berjudul ‘Only the Brave’ yang beredar pada 2017, yang dibintangi oleh Josh Brolin. Film ini berkisah tentang satu strike team yang dikerahkan untuk pemadaman hutan yang melanda wilayah Granite Mountain, Arizona, Amerika Serikat.

[Bersambung]

 

Advertisements