Incident Command System [3]

Fitur berikut dalam Incident Command System (ICS) yaitu perencanaan dan struktur organisasi. Perencanaan sangat dibutuhkan dalam suatu operasi penanganan darurat yang efektif dan efisien. Tanpa perencanaan, tujuan dari operasi penanganan tersebut tidak dapat tercapai dengan baik.

Apabila kita melihat sebuah bencana di suatu wilayah, kita diharapkan mampu untuk melihat karakteristik bencana termasuk secondary hazards, dampak (korban meninggal dunia, luka-luka, mengungsi, dan kerusakan bangunan maupun infrastruktur), sumber daya berupa personel dan kompetensinya, peralatan dan perlengkapan, pendanaan, potensi dukungan sumber daya, dokumen kontijensi, kapasitas masyarakat terdampak, lanskap wilayah terdampak, dan masih banyak lagi parameter lain.

ICS_Structure

Namun demikian, semua hal tersebut di atas, kita diharapkan untuk mampu untuk melakukan pengelolaan atau manajemen berdasarkan tujuan. Contoh dari tujuan yang merupakan prioritas dalam penanganan insiden dalam konteks Amerika Serikat, antara lain (1) keselamatan, (2) stabilisasi insiden, dan (3) menjaga harta benda atau lingkungan. Penentuan tujuan itu dapat mengacu pada parameter S – M – A – R – T atau specific, measurable, action oriented, realistic dan timely. Tentu tidak mudah dalam menyusun suatu tujuan dalam operasi penanganan darurat.

Mengapa sulit, apa saja yang menjadi tantangan dalam situasi darurat? Pertama adalah waktu. Dalam ICS ada jargon ‘time is our enemy.’ Waktu dalam kondisi darurat tentu sangat terbatas, dinamika di lapangan akan berubah secara cepat, seperti pergerakan warga terdampak, kondisi penyintas, atau kondisi insiden yang semakin meluas.

IMG_8811
Foto: BNPB

Kedua yaitu karakteristik bencana. Setiap kejadian bencana memiliki karakteristik yang berbeda, misalnya dalam konteks kejadian erupsi gunung api. Tentu penanganan erupsi di Gunung Merapi dan Gunung Sinabung berbeda. Magnitude erupsi kedua gunung tersebut berbeda, belum lagi arah piroklastik yang mungkin saja memperluas zona bahaya (hazard zone). Selain itu, kita dapat melihat karakter masyarakat terdampak, ancaman gunung yang berbeda, kapasitas pemerintah daerah setempat atau pun keterlibatan pelaku-pelaku lokal.

Perencanaan dalam ICS biasa dipimpin oleh Planning Section Chief (PSC). Biasanya, individu yang memimpin suatu perencanaan dalam penanganan insiden telah memiliki pengalaman di bidang operasi penanganan. Seorang PSC tidak bekerja sendiri tetapi memiliki tim dan dukungan dari seksi-seksi atau sections lain. Perencanaan merupakan upaya yang membutuhkan dukungan kolektif siapa pun dalam struktur organisasi ICS.

planning P

Perencanaan yang disusun oleh organisasi ini dirumuskan dalam sebuah dokumen yang biasa disebut Incident Action Plan (IAP). Dokumen tersebut sangat penting sebagai bentuk instruksi secara tertulis untuk disampaikan kepada semua personel yang terlibat di dalam operasi penanganan darurat. Hal ini harus dilakukan supaya semua personel yang terlibat dalam operasi penanganan insiden memiliki informasi yang sama dalam prioritas, tujuan, strategi dan taktik.

Melalui dokumen yang tertulis ini, akuntabilitas operasi penanganan darurat dapat dihandalkan. Pengecekan yang bersifat administrasi dapat mudah dilacak, khususnya terkait dengan penggunaan dana untuk pengerahan personel, peralatan, maupun pembiayaan operasi.

Kemdina, apa saja yang ada di dalam sebuah dokumen IAP tadi? Dalam ICS, IAP terdiri dari formulir 202 atau tujuan penanganan insiden (incident objectives). Formulir ICS 202 ini mencakup informasi terkait dengan nama insiden, periode operasi, tujuan operasi penanganan darurat, beberapa hal yang diperhatikan dalam melakukan operasi di lapangan, situasi umum lapangan, serta daftar formulir yang mengikuti ICS 202 ini.

Formulir lain yaitu ICS 203 tentang nama serta jabatan dalam struktur organisasi. Disusul kemudian ICS 204 tentang daftar penugasan dari seksi operasi dan unit di bawah seksi tersebut dalam struktur tadi. Pada formulir ini terdapat informasi terkait dengan sumber daya personel dan penyedianya, nomor kontak, apa yang harus dilakukan, serta informasi terkait dengan lokasi dimana akan ditugaskan.

Selanjutnya adalah formulir rencana komunikasi atau ICS 205 dan rencana medis atau ICS 206. Rencana medis sangat dibutuhkan untuk mempercepat prosedur penyelamatan dari responder yang terluka pada saat melakukan operasi di lapangan.

IMG_4003

Dokumen-dokumen pendukung lainnya juga diikutsertakan pada IAP, seperti analisis keselamatan, peta operasi, dan juga activity log.

Pada konteks penanganan darurat bencana di tanah air, dokumen ini sulit diperoleh dalam format yang baku. Perencanaan biasanya dapat ditemukan dalam rapat tematik yang mungkin dibahas hanya pada tingkat pimpinan, atau notulensi pada saat rapat koordinasi di pos komando (posko) penanganan darurat bencana, atau bahkan bersifat lisan.

Kondisi seperti ini memperlemah penyamaan informasi dan komando oleh semua personel yang terlibat di bawah organisasi posko. Hal yang bisa saja terjadi penerjemahan strategi dan taktik di lapangan tidak sesuai dengan apa yang dibahas pada tingkat pimpinan.

forest fire
Foto: BNPB

Perencanaan merupakan tahapan yang sangat penting. Oleh karena itu, latihan dalam membuat perencanaan dibutuhkan dalam menghadapi setiap operasi penanganan darurat bencana.

Setiap bencana memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga banyak berlatih membuat suatu perencanaan dengan memanfaatkan indikator yang ada sangat membantu dalam perencanaan yang sebenarnya dalam suatu operasi penanganan darurat bencana.

[Bersambung…]

Advertisements