Incident Command System [4]

Karakteristik dan kekuatan insiden atau bencana akan mempengaruhi organisasi

penanganan darurat di lapangan. Melalui keputusan berdasarkan kemampun seorang incident commander (IC), struktur organisasi dapat berkembang untuk menjawab permasalahan di lapangan. Di samping itu, organisasi juga dapat mendatangkan tenaga ahli atau technical specialist terkait dengan karakter insiden, seperti kecelakaan industri bahan kimia berbahaya.

WhatsApp Image 2018-11-08 at 15.44.04

Organisasi ini tidak hanya dimanfaatkan pada saat penanganan insiden tetapi juga pelaksanaan kegiataan apa pun. Organisasi ini layaknya struktur kepanitiaan suatu penyelenggaraan acara lomba atau pekan budaya. Mungkin kita mengenalnya struktur kepanitiaan itu berupa ketua, koordinator acara, koordinator peralatan dan perlengkapan, koordinator konsumsi dan koordinator bendahara.

IMG_20181009_080017

Namun, organisasi ICS ini memiliki terminologi standar untuk unit-unit dalam strukturnya. Perbedaan yang tampak, unit-unit dapat diaktifkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan. Unit yang ada saling berkoordinasi dan tetap pada rantai komando. Mereka yang bertugas pada setiap unit telah ditetapkan fungsi dan tidak melihat jabatan yang melekat pada individu.

Ini mungkin berbeda dengan budaya organisasi yang ada di Indonesia. Kita bisa melihat pada struktur organisasi penanganan darurat bencana di Indonesia. Penugasan dalam unit di dalam struktur organisasi biasanya yang memimpin seorang pejabat, mungkin seorang dengan jabatan kepala dinas.

Pada konteks ICS, seorang yang ditunjuk untuk memimpin dalam setiap unit memiliki kompetensi dan track record yang telah didokumentasikan. Tidak hanya itu, portfolio setiap individu telah terekam ke dalam database yang sewaktu-waktu dapat diakses untuk setiap penugasan dalam penanganan insiden. Setiap orang akan memiliki kartu yang mendeskripsikan kemampuan yang terstandar.

170630080404-granite-mountain-hotshots-super-169
Sumber: cnn.com

Keunikan organisasi ini dapat menyesuaikan dengan skala bencana atau bersifat modular. Pada bencana yang skalanya relatif kecil unit-unit tertentu saja yang diaktifkan oleh IC. Apabila bencana menjadi kompleks, organisasi dapat dikembangkan. Kewenangan seorang IC untuk mengaktifkan dan mendelegasikan kewenangan kepada seksi (section), cabang (branch), divisi (division), atau grup (group) maupun tim (team) dan unit (unit). Dan selalu ingat dalam ICS, terminologi tersebut adalah standar sehingga siapa pun yang bergabung kemudian cepat beradaptasi dengan dinamika organisasi.

 

ICS_Structure

Pada organisasi yang modular tersebut, ICS menekankan pada aspek span of control atau rentang kendali. Ini berarti organisasi yang berkembang tetapi tetap dalam kendali. Rentang kendali membatasi jumlah personel atau sumber daya dimana satu supervisor dapat mengelola secara efektif selama insiden. Selain itu, rentang kendali antara 3 sampai dengan 7 subordinat. Namun secara optimal personel atau sumber daya tidak lebih dari 5. Jumlah tersebut memungkinkan supervisor dapat memonitor pergerakan dan kinerja personel, selain itu keselamatan personel mendapatkan porsi sama pentingnya.

span of control

Sumber: USFS

Mekanisme modular ini bersifat top-down, berdasarkan pada skala dan kompleksitas insiden, dan karakteristik dampak yang ditimbulkan oleh insiden atau bencananya.

 

 

 

 

[Bersambung]

Advertisements